19 Hari Lagi - Sebelum Event Webinar Premium: Pengelolaan Keuangan Institusi Pendidikan: Menavigasi Laporan Keuangan untuk Pertumbuhan dan Inovasi Dimulai.

Selengkapnya
Kontak Kami

Dunia Kampus • 08 Nov 2023

Inilah Indikator Penentu Program Studi Berkualitas, Apa Saja?

Liza SEVIMA

SEVIMA.COM– Penentuan program studi berkualitas, ternyata tidak bisa serta merta disematkan begitu saja. Butuh indikator khusus yang bisa menjadi penentu apakah perguruan tinggi tersebut memiliki kualitas yang mumpuni atau tidak. 

Salah satu indikator perguruan tinggi yang berkualitas bisa dilihat dari perolehan nilai akreditasinya. Tertera dalam pasal 55 UU No.12 Tahun 2012 tentang pendidikan tinggi, sebuah program studi dengan akreditasi unggul maupun internasional maka bisa merepresentasikan kualitas dari perguruan tinggi tersebut.

Lalu apa saja indikator penentu program studi berkualitas? Berikut pembahasannya. 

Indikator Penentu Program Studi Berkualitas

Indikator penentu program studi berkualitas, saat ini bisa dilihat dari beberapa aspek, antara lain:

1. Program Studi Terakreditasi Nasional atau Internasional

Program studi yang telah mendapatkan pengakuan akreditasi dari Lembaga akreditasi nasional maupun internasional. 

Akreditasi Nasional

Berdasarkan Permendikbud Nomor 5 tahun 2020 tentang akreditasi program studi dan perguruan tinggi, dijelaskan bahwa akreditasi nasional pada program studi dilaksanakan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM).

Terdapat 6 cakupan LAM, antara lain 1) Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM),  2) LAM Sains Alam dan Ilmu Formal (LAM Sama), 3) LAM Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAM EMBA), 4) LAM Kependidikan, 5) LAMPTKes untuk ilmu kesehatan, dan 6) LAM Teknik.

Menariknya, setelah disahkan pada Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023, perguruan tinggi yang melaksanakan akreditasi melalui LAM ini kini tak perlu membayar biaya asesmen lagi. Seluruh biaya asesmen tersebut sudah ditanggung oleh pemerintah. 

Perlu diketahui juga, bahwa predikat pada akreditasi berubah menjadi Terakreditasi, Tidak Terakreditasi, dan Terakreditasi Unggul. Artinya, perguruan tinggi dengan status Terakreditasi berarti program studi telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh standar. Sedangkan status tidak terakreditasi artinya program studi belum memenuhi. Nah, apabila memiliki status terakreditasi unggul artinya prodi telah memenuhi standar melampaui SN Dikti. 

Akreditasi Internasional

Program studi yang berkualitas, pasti juga punya status akreditasi dari Internasional. Ini membuktikan bahwa perguruan tinggi tersebut mampu bersaing secara global. Sehingga bisa menghasilkan generasi lulusan yang kompeten. 

Ada beberapa lembaga akreditasi internasional yang telah diakui oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Berikut adalah beberapa lembaga akreditasi internasional yang sudah diakui oleh Kemendikbud:

1. Bidang: Umum
Lembaga: Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA), A3ES

2. Bidang:  Kesehatan
Lembaga : Accreditation Council for Pharmacy Education (ACPE), The Accreditation Commission for Acupuncture and Oriental Medicine (ACAOM)

3. Bidang: Teknik
Lembaga: Japan Accreditation Board for Engineering Education (JABEE ), Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE)

4. Bidang : Teknologi Teknik
Lembaga : Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET), dan ECUK Engineering Council UK

5. Bidang Ilmu Komputer
Lembaga: Korean Architecture Accrediting Board (KAAB ) dan  The National Architectural Accrediting Board (NAAB)

2. Alumni Program Studi Terserap DUDI

Setiap perguruan tinggi dan program studi pasti mengupayakan terserapnya angkatan kerja melalui dunia dagang dunia industri (DUDI) secara maksimal. Selain menguntungkan mahasiswa, ternyata ini juga menjadi sebuah tanda bahwa program studi tersebut mampu melahirkan lulusan yang kompenten. 

Mengingat pentingnya keterserapan lulusan dalam DUDI sangat penting, kemudian pemerintah menggagas salah satu kurikulum yang bisa diimplementasikan di perguruan tinggi, yaitu Outcome Based Education (OBE). Perguruan tinggi bisa menerapkan kurikulum yang berorientasi pada output ini untuk membentuk lulusan sesuai dengan profil alumni. Jadi ketika lulus nanti kebutuhan hard skill sudah terpenuhi. 

Perlu diketahui juga, bahwa output lulusan ini menjadi salah satu indikator penilaian dan evaluasi pembelajaran dari program studi. Hasil dari penerapan pembelajaran di program studi dapat dilihat secara jelas melalui tracer study. 

Baca juga: Tips Meningkatkan Akreditasi Perguruan Tinggi, Begini Caranya

Lantas bagaimana jika program studi belum memenuhi kedua indikator tersebut? Tenang saja, perguruan tinggi tersebut akan didorong dengan dukungan penuh untuk mencapai standar yang ditetapkan. Sehingga kualitas mutu pendidikan di program studi tersebut bisa terjamin. 

Jika Anda mengalami kesulitan atau ingin mencari referensi untuk meningkatkan kualitas program studi Anda, langsung saja kunjungi SEVIMA.COM

Tags:

-

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami

×