Berita | Dunia Akademik | Dunia Mahasiswa | Siaran Pers

Jaring Talenta Terbaik Bangsa Jadi ASN BMKG, Kampus Ikatan Dinas Ini Gelar Ujian CBT Sampai Pelosok Indonesia

SEVIMA.COM – Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) sukses menggelar seleksi ikatan dinas tahun 2021/2021 (seleksi STMKG 2021) dengan Computer Based Test (CBT) secara online dan terintegrasi. Seleksi ini dilakukan untuk menjaring taruna atau taruni yang disiapkan bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D mengatakan perlunya rekrutmen untuk para ahli meteorologi, klimatologi dan geofisika melalui STMKG.

“Pemerintahan membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal untuk menunjang kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin cepat berkembang,” kata dia dalam wawancara Flash News Mitra SEVIMA, Kamis (02/09/2021).

Ia mengatakan SDM yang dipersiapkan melalui taruna-taruni dari STMKG merupakan faktor penunjang untuk mencapai keunggulan kompetitif di berbagai penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan khususnya di bidang meteorologi, klimatologi dan geofisika.

“Para taruna dipersiapkan dan digodok selama 4 tahun dengan menekuni pengetahuan terkait matematika, fisika, bahasa inggris, serta meteorologi, klimatologi dan geofisika. Dan secara mental, digembleng karena nantinya harus siap menjaga siang dan malam selama 24 jam,” Ungkap Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) (2014-2016) ini.

Baca juga: Revolusi Akademik dan Budaya Organisasi Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika dalam Menghadapi Pandemi Covid-19

Proses Seleksi STMKG 2021 yang Adil dan Profesional

Seleksi taruna-taruni STMKG 2021 digelar di 20 lokasi di Indonesia yang diikuti 8 ribu lebih peserta. Kegiatan berlangsung selama dua minggu.

“Yang daftar sekitar 11 ribu dan yang lolos administrasi sekitar 9 ribu. Lalu yang mengikuti seleksi CBT ini ada 8 ribu lebih peserta. Dan akan diambil 530 taruna yang akan lolos dan akan melakukan uji kesehatan, kebugaran serta tes wawancara,” ujarnya.

Di tahun 2021 ini seleksi STMKG dilakukan dengan sistem keadilan. Semua kegiatan dilakukan di berbagai daerah sehingga tidak terpusat hanya di Jakarta saja. 

“Kami sangat berharap banyak sekali taruna tangguh yang hadir dari putra daerah. Kualitas dari mereka sangat dibutuhkan negara untuk mengabdi menjadi punggawa meteorologi, klimatologi, dan geofisika di seluruh pelosok negeri,” ungkap Kepala BMKG.

Sistem Computer Based Test (CBT) Terintegrasi Secara Online

Awalnya, semua sistem untuk seleksi ini menggunakan sistem yang disiapkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Namun, akibat suatu kendala, BKN tidak bisa memberikan fasilitas untuk melakukan tes seleksi CBT. 

“Hanya dalam waktu 2 minggu, kami harus berputar otak untuk mencari vendor yang terpercaya. Syukurlah, kita mendapatkan layanan terbaik dari SEVIMA yang bisa membuat layanan CBT mirip dengan BKN,” ungkap Dr. I Nyoman Sukanta S.Si., M.T., Ketua Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi Geofisika (STMKG). 

Menurut Nyoman, STMKG sangat puas dengan layanan tersebut. Semua data sangat terjamin dan aman. Yang paling penting, orangtua pun bisa ikut memantau hasil ujian anak mereka melalui live Youtube. 

Harapan dan Pesan Untuk Peserta Seleksi STMKG 2021

Dwikorita sangat berharap, untuk tahun berikutnya, jika seleksi taruna STMKG bisa menyediakan kuota khusus, terutama khusus calon taruna di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) dan wilayah Papua dan Papua Barat. 

“Agar proses seleksi bisa merata, di tahun berikutnya kami akan mengajukan kuota khusus untuk calon taruna yang berasal dari wilayah 3T dan Papua serta Papua Barat,” jelasnya. 

Dwikorita juga berpesan kepada seluruh calon taruna untuk terus bersyukur di posisi saat ini. 530 calon taruna ini merupakan the real champion yang telah menyisihkan ribuan peserta lainnya. 

“530 calon taruna yang sudah berhasil melewati berbagai tes tersebut adalah the real champion. Kalian harus bersyukur karena kalian adalah calon punggawa penjaga alam Indonesia. Kalian pun harus siap mengabdi di seluruh penjuru negeri,” tegasnya. 

Buat yang belum lolos, agar tak perlu berkecil hati. Masih banyak bidang yang bisa mereka kuasai di luar sana. Terlebih Indonesia adalah negara yang luas. Masih banyak bidang ilmu yang bisa ditekuni dengan baik. 

“Ketika dinyatakan belum lolos di seleksi ini, kalian tak perlu berkecil hati. Masih banyak kesempatan di luar sana yang bisa ditekuni dengan baik,” pungkasnya.

STMKG sendiri merupakan sekolah ikatan dinas yang diselenggarakan BMKG. Dalam proses pendidikannya, STMKG menyelenggarakan program pendidikan Diploma IV yang setara dengan sarjana terapan dengan Program Studi Meteorologi, Program Studi Klimatologi, Program Studi Geofisika dan Program Studi Instrumentasi-MKG.

Bagikan artikel ini

Komentar