Kompetisi Menulis

Revolusi Akademik dan Budaya Organisasi Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika dalam Menghadapi Pandemi Covid-19

 Penulis: Relly Margiono
Dosen STMKG Tangerang
Artikel ini Masuk dalam 15 Besar “Kompetisi Menulis SEVIMA #revolutionizeEducation” 

I. Latar Belakang

Dunia pendidikan di Indonesia sedang mengalami perubahan yang sangat drastis. Perubahan drastis ini terutama diakibatkan adanya pandemi Covid-19 yang menuntut setiap satuan pendidikan tidak melakukan proses belajar mengajar sebagaimana biasanya. Melalui Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri) bernomor: 03/KB/2020, 612 Tahun 2020, HK.01.08/Menkes/502/2020, 119/4536/SJ mengharuskan kegiatan belajar mengajar secara luring hanya dapat dilakukan di daerah yang merupakan zona hijau dan kuning dari keterpaparan pandemi covid-19. Selain dari zona hijau dan kuning, pembelajaran harus dilakukan secara daring atau Belajar Dari Rumah (BDR).

Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG), merupakan sekolah kedinasan di bawah koordinasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Menanggapi kagawatdaruratan pandemi Covid-19, Kepala BMKG melalui edaran bernomor : INS.1/KB/III/2020, INS.2/KB/III/2020 dan INS.3/KB/III/2020 memberikan arahan tentang proses kerja pegawai BMKG dalam penyesuaian kondisi pandemi. Menanggapi edaran tersebut, Ketua STMKG melalui surat edaran TU.00.00/384/KSTMKG/III/2020 memerintahkan untuk civitas akademika STMKG menggunakan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dalam melaksanakan perkuliahan.

Pada penerapan pembelajaran jarak jauh, STMKG memiliki beberapa alternatif dalam pelaksananya baik berupa kegiatan belajar mengajar, ujian dan bahkan wisuda. Selain daripada itu, organisasi kemahasiswaanpun mengalami transformasi digital yang menuntut kreativitas dari mahasiswa. Hal yang terpenting lainya adalah telah terjadi perubahan budaya organisasi yang signifikan di STMKG seperti metode rapat online, prosedur administrasi, dan kegiatan eksternal yang dilaksanakan berbeda dari pada biasanya. Pada tulisan kali ini, penulis akan menyampaikan tentang upaya STMKG dalam menghadapi Covid-19 dari sisi adaptasi teknologi pembelajaran dan perubahan budaya kampus dan tentunya dalam hal Revolutionize Education.

II. Adaptasi Teknologi Pembelajaran STMKG di Masa Pandemi Covid-19

STMKG sebagai sekolah kedinasan tentu harus menghasilkan lulusan sesuai dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) di level 6 dan selaras dengan Standar Nasional Perguruan Tinggi yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2020. Untuk menuju kepada hal tersebut, STMKG harus tetap menjalankan proses bisnis belajar mengajar walau dalam kondisi pandemi. Oleh karena itu, serangkaian adaptasi teknologi dilakukan yaitu dengan menggunakan tools seperti Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) dan seperangkat sistem informasi lainya.

Gambar 1. Sistem Informasi Akademik (SIMAS) STMKG.

Administrasi pembelajaran STMKG di masa pandemi menggunakan Sistem Informasi Akademik yang disebut sebagai SIMAS (Gambar 1). Melalui SIMAS, baik dosen dan mahasiswa dapat berinteraksi secara virtual dan tidak terkendala oleh jarak dan waktu. Sebagai contoh, dosen dapat melakukan absensi mahasiswa melalui SIMAS dengan menggunakan QR code, dan dapat melakukan interaksi tanya jawab melalui forum kelas yang terdapat pada SIMAS. Selain daripada itu, dosen juga dapat memberikan materi pembelajaran melalu SIMAS dan dapat memberikan tugas melalui sarana tersebut. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah, seluruh catatan pembelajaran terdokumentasi dengan baik melalui metode ini, sehingga proses penjaminan mutu tetap dapat dilakukan.

Pada proses belajar mengajar, dosen STMKG diwajibkan melakukan interaksi virtual tiga kali sebelum Ujian Tengah Semester (UTS) dan tiga kali setelah UTS. Hal ini dilakukan agar mahasiswa memiliki kesempatan bertanya secara langsung kepada dosen yang bersangkutan. Untuk memfasilitasi proses pembelajaran tersebut, dosen diberikan kebebasan dalam menggunakan metode penyampaian seperti menggunakan Zoom, Google Meet, Cisco Webex dan Jitsi Sevima. Sebagai contoh, proses penyampaian materi pembelajaran menggunakan sarana Google Meet dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2. Metode penyampaian perkuliahan menggunakan Google Meet

Hal yang tidak kalah penting yang telah dilakukan STMKG pada proses pembelajaran adalah adaptasi teknologi pada saat pelaksanaan ujian. Pada masa pandemi, semua ujian dilakukan dalam bentuk virtual baik Ujian Tengah Semester (UTS), Ujian Akhir Semester (UAS) dan Ujian Skripsi. Sebagai upaya penjaminan mutu, pelaksanaan ujian tetap dilaksanakan semaksimal mungkin dengan adanya kepanitian ujian. Panitia ujian ini bertugas mendistribusikan soal dan juga menjadi pengawas ujian melalui ruang ujian virtual dengan menggunakan Zoom Meeting. Hasil ujian dikumpulkan oleh mahasiswa melalui Google Classroom dengan menunggah hasil scan jawaban, dan panitia mendistribusikan hasil ujian tersebut kepada dosen yang bersangkutan untuk dilakukan penilaian. Pada akhirnya, mahasiwa dapat melihat hasil ujian dalam bentuk Kartu Hasil Studi (KHS) melalui SIMAS.

Pada tanggal 23 Oktober 2020, STMKG untuk pertama kali dalam sejarah mengadakan Wisuda Sarjana Terapan secara online (Gambar 3). Wisuda ini dihadiri oleh wisudawan, orang tua wisudawan, dosen, para tamu undangan dan pewisuda yaitu Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (Ibu Profesor Dwikorita Karnawati, Ph.D.). Walaupun diadakan secara virtual dengan menggunakan metode Zoom Meeting, wisuda ini tetap hikmat dan mendapatkan banyak apresiasi serta dapat diikuti oleh umum melalui kanal Youtube. Pada wisuda ini juga disampaikan tentang wisudawan terbaik dan wisudawan berprestasi. Setelah diwisuda, para mahasiswa STMKG siap ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di bawah koordinasi BMKG.

Gambar 3. Wisuda Online Sarjana Terapan STMKG tahun 2020

III. Perubahan Budaya Kampus STMKG Selama Pandemi Covid-19

Budaya di dalam kampus STMKG selama pandemi Covid-19 memiliki beberapa perubahan. Hal yang paling kentara adalah kebijakan tentang jadwal kehadiran civitas akademika yang harus memenuhi protokol kesehatan. Seluruh mahasiswa diharuskan belajar dari rumah, dan dosen hanya diberikan kesempatan memasuki area kampus (Work From Office) dua kali dalam seminggu dan selebihnya adalah bekerja dari rumah (Work From Home). Adapun dosen yang bertempat tinggal di zona merah dan jauh dari kampus, diberikan kelonggaran untuk melakukan WFH secara penuh. Seluruh civitas akademika yang masuk ke area kampus harus memenuhi protokol kesehatan yaitu dengan menggunakan masker, cuci tangan, menjaga jarak dan dilakukan cek suhu di gerbang utama kampus.

Budaya kerja yang sangat nyata berubah dan beradaptasi adalah mengenai kegiatan rapat. Seluruh kegiatan rapat dilakukan secara online baik internal dan eksternal. Secara internal rapat seperti senat, prodi, kemahasiswaan dan umum selalu dijadwalkan menggunakan Zoom Meeting. Rapat eksternal juga menggunakan Zoom Meeting. Salah satu kegiatan eksternal yang telah berhasil dilakukan STMKG pada masa pandemi adalah reakreditasi prodi secara daring. Asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) melakukan surveillance secara daring.

IV. Penutup

STMKG sebagai perguruan tinggi telah melaksanakan amanah undang-undang  dengan tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar di masa pandemi. Walaupun terdapat berbagai kendala, namun teknologi yang ada seperti Sistem Infromasi Akademik telah memberikan peluang bagi STMKG untuk menjalankan aktivitas pembelajaran secara teratur. Demikian pula dengan budaya organisasi yang berubah, STMKG tetap berkomitmen untuk menjalankan organisasi dan mempertahankan mutu akademik yang berkualitas. Semoga pandemi Covid-19 segera berakhir, dan seluruh kegiatan dapat kembali normal seperti sedia kala.

 

 

Bagikan artikel ini

Komentar