Lomba Artikel

Literasi Teknologi Bagi Sekolah Pelosok di Indonesia Melalui Implementasi MBKM: Sebuah Best Practice Kemitraan Dosen dengan Ilmuwan

Penulis: Hari Widi Utomo

Institut Teknologi Telkom Purwokerto

Perguruan Tinggi (PT) memiliki tiga pilar yaitu Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat. Untuk melaksanakan semua pilar ini dosen sebagai garda terdepan PT perlu bermitra dengan banyak stakeholder dalam mencapai visi dan misi institusi. Konsep Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi menjadi sebuah terobosan yang menguatkan kolaborasi dosen, mahasiswa, dan ilmuwan untuk terjun ke sekolah, memberikan wawasan global untuk membantu anak-anak Indonesia melukis cita-cita, serta membekali guru, tenaga kependidikan, dan kepala sekolah, memiliki kemampuan untuk mengakses, memahami, serta menggunakan media digital dengan baik dan bijak di era digital saat ini.

Sebagai seorang dosen di Institut Teknologi Telkom Purwokerto (ITTP), saya melihat banyak guru dan kepala sekolah yang belum siap memanfaatkan perkembangan teknologi yang bisa digunakan dalam pembelajaran di kelas. Oleh karena itu saya aktif melakukan Tri Dharma pengabdian kepada masyarakat dengan berbagai cara, termasuk bermitra dengan sejumlah pihak dan kalangan. Salah satunya adalah menggandeng Ilmuwan Muda Indonesia untuk turut memotivasi anak-anak Indonesia di sekolah pelosok dalam Kelas Inspirasi Dosen.

Ilmuwan yang saya gandeng untuk memperkuat kelas inspirasi adalah Dr. Tuswadi, Anggota Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI), yang merupakan lulusan dari Hiroshima University di Jepang. Tajuk kegiatan bersama ilmuwan saya beri nama Kelas Inspirasi Ilmuwan Muda Indonesia, di mana selain saya yang tampil di hadapan peserta didik, Dr. Tuswadi sebagai seorang public figure dan sangat dikagumi anak-anak Indonesia karena prestasinya juga tampil memotivasi anak-anak tentang pentingnya belajar dan meraih cita-cita. Motivasi seperti ini saya rasa sangat penting untuk ditanamkan di kalangan anak-anak Indonesia tanpa pandang bulu (miskin atau kaya), semuanya pasti bisa meraih cita-cita asalkan mau belajar karena di masa kini kesempatan mendapatkan beasiswa pendidikan setinggi-tingginya terbuka lebar.

Selain itu dalam mengimplementasikan program MBKM, saya juga melibatkan mahasiswa-mahasiswi dengan background Information and Communication Technology (ICT) untuk memberikan wawasan literasi teknologi bagi sekolah yang harapannya bisa digunakan dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini kami laksanakan di sekolah yang merupakan mitra ITTP seperti SMP Negeri 1 Susukan, SMK Pancabakti Banjarnegara, MIM Sirau, SD Negeri 1 Sirau Banyumas, dan masih banyak sekolah lainnya.  

Melalui kelas inspirasi, saya melakukan presentasi dan demonstrasi di hadapan siswa, guru, dan kepala sekolah pada hari dan waktu yang telah disetujui oleh pihak sekolah. Topik presentasi seputar tips meraih cita-cita, cara belajar bahasa Inggris yang efektif, pembuatan game edukasi, penggunaan teknologi Augmented Reality dalam pembelajaran, tips bermain sosial media, dan bijak menggunakan internet.

Kegiatan kelas Inspirasi terbukti efektif untuk memperluas cakrawala dan wawasan akan perkembangan teknologi dan informasi anak Indonesia tentang banyak hal disesuaikan dengan kebutuhan mereka melalui diskusi dengan Kepala Sekolah dan para guru. Hasil diskusi ini akan menghasilkan tema dan topik bahasan yang akan diangkat dalam kegiatan Kelas Inspirasi. Mengingat pentingnya kegiatan pengabdian masyarakat ini, pihak sekolah banyak yang menjadikannya sebagai kegiatan rutin setiap tahun akademik sehingga kami mampu menginspirasi lebih banyak sekolah dan anak Indonesia.*

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen selama 18 tahun dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui sistem informasi siAkadCloud

TAGS :

Komentar