Berita | Success story

Bisa Ditiru, Penerapan Pembelajaran Blended Learning di STFK Ledalero NTT

SEVIMA.COM – Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero (STFK Ledalero), kampus yang berhasil menduduki peringkat terbaik dalam hal pelaporan PDDikti di LLDikti Wilayah VIII 2020 ini, ternyata semester lalu juga sudah memulai menerapkan model pembelajaran blended learning atau pembelajaran campuran. Blended learning merupakan model pembelajaran yang memadukan antara tatap muka (face to face), melainkan juga kelas online (internet dan mobile learning).

Penggunaan model pembelajaran blended learning di STFK Ledalero tepatnya dimulai pada awal Maret lalu di semester gasal tahun akademik 2020/2021. Proses kegiatan perkuliahan seluruhnya dilaksanakan secara blended learning untuk mencegah penularan virus Covid-19 di kalangan kampus. 

Baca juga: Implementasi Blended Learning di Kampus LSPR Jakarta

Pelaksanaan blended learning di kampus STFK Ledalero sedikit berbeda dengan biasanya, karena dalam pelaksanaannya dalam satu kelas beberapa mahasiswa melakukan perkuliahan di kampus dan sebagian ada yang online. Model ini untuk mencegah adanya kerumunan dalam satu kelas, seperti pada gambar berikut:

Pelaksanaan blended learning di kampus STFK Ledalero

Sebelum melaksanakan blended learning, STFK Ledalero telah mempersiapkan beberapa hal seperti penggunaan aplikasi online dan juga sistem informasi akademik yang mendukung pengelolaan data dalam perkuliahan. Salah satu aplikasi yang disarankan di STFK Ledalero adalah aplikasi SEVIMA EdLink. Tentu bukan hanya EdLink, dosen juga diperbolehkan untuk menggunakan aplikasi yang sesuai dengan keadaan lapangan.

Aplikasi EdLink sendiri sudah tersedia dalam sistem Android, mahasiswa bisa mendownload dan menginstal aplikasi tersebut di Play Store pada perangkat Androidnya. Untuk username dan password formatnya sudah ditentukan sendiri oleh kampus, sehingga mahasiswa hanya tinggal login dengan mudah.

Kita bisa ambil kesimpulan, Implementasi blended learning di STFK Ledalero ini menyesuaikan dengan keadaan lingkungan kampus, kita tidak perlu full daring atau full tatap muka yang bisa menjadi cela virus Corona masuk, namun kita bisa memanfaatkan teknologi serta menyesuaikan pelaksanaanbya dalam keadaan lingkungan kampus itu sendiri. Lalu, bagaimana pelaksanaan pembelajaran di kampus Anda?

Bagikan artikel ini

Komentar