Dunia Kampus | Kampus Merdeka | kemendikbud

Keren! Ada Platform Pertukaran Mahasiswa antar PTN-BH Dukung Kampus Merdeka

SEVIMA.COM – Dalam Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) ada 8 kegiatan mahasiswa yang dapat dilaksanakan di luar kampus yaitu 1) magang/praktek kerja, 2) proyek di desa, 3) mengajar di sekolah, 4) pertukaran pelajar, 5) penelitian/riset, 6) kegiatan wirausaha, 7) studi/proyek independen, dan 8) proyek kemanusiaan.

Bagus Jati Santoso, S.Kom., Ph.D. Ketua Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Mahasiswa (PKKM) ITS sebagai keynote speaker dalam acara Webinar “Tips Membangun Kurikulum Kampus Merdeka serta Ekuivalensinya” mengungkapkan untuk mendukung program MBKM ini, seluruh kampus PTN BH di Indonesia membuat terobosan platform pertukaran mahasiswa agar lebih sinergi. 

“Agar mendukung penuh program MBKM, PTN BH di seluruh Indonesia meluncurkan program pertukaran pelajar ‘Sasrabahu’ (sasrabahu.id). Platform ini dinilai akan memudahkan antar kampus bisa bersinergi dengan baik,” tuturnya dalam Webinar melalui Live Zoom dan Youtube pada Selasa (30/03/2021).

Adanya platform Sasrabahu ini, dibuat karena angka pertukaran antar PTN yang masih berjumlah sedikit. Bahkan Kemendikbud juga mendukung penuh platform ini dengan tujuan agar pertukaran mahasiswa  antar perguruan tinggi di Indonesia bisa tercapai.

Baca juga : 4000 Peserta Hadiri Webinar Penerapan Kurikulum Kampus Merdeka

Sasrabahu Akan Terus Berkembang

Sampai saat ini sudah terdapat 12 PTN-BH di Indonesia yang berpartisipasi. Menurut Bagus, Sasrabahu masih pada step pertama dan diharapkan bisa dikembangkan sampai seluruh perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia yang jumlahnya mencapai 92. “Bahkan bisa diperluas sampai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia yang jumlahnya mencapai 4.700,” tandasnya optimistis.

Bagus juga menyatakan bahwa sistem Sasrabahu dirancang dengan user experience selayaknya berbelanja daring di marketplace. Sehingga mahasiswa diperbolehkan untuk mengambil mata kuliah di perguruan tinggi lain yang nantinya dirumuskan dan disepakati dengan skema full credit transfer oleh masing-masing administrator perguruan tinggi.

Platform pertukaran mahasiswa antar PTN-BH se-Indonesia ini diluncurkan secara daring, Jumat (19/2/2021) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Prof Ir Nizam MSc DIC PhD.

Dalam sambutannya, Prof Ir Nizam menyatakan, “Sasrabahu bisa membangun jejaring persaudaraan baik dosen maupun mahasiswa dalam meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, maupun pengabdian masyarakat.” tuturnya.

Baca juga: Pendaftar Mahasiswa Baru STIE Jambatan Bulan Membludak Hingga 3x Lipat, Setelah Gunakan siAkad Cloud

Cara Menggunakan Sasrabahu

Mengenai proses Sasrabahu, Bagus juga menjelaskan alurnya. Pertama, mahasiswa membuat akun pada laman sasrabahu.id yang selanjutnya akan disetujui oleh admin lokal PTN-BH asal. Setelah admin lokal PTN-BH asal memasukkan mata kuliah yang ditawarkan, mahasiswa bisa memilih mata kuliah dan mengunggah surat persetujuan dosen wali. 

Kemudian, admin lokal PTN-BH asal menyetujui pengambilan mata kuliah mahasiswa outbound. Sedangkan admin lokal PTN-BH tujuan akan menyetujui penerimaan mahasiswa inbound. “Baru setelah penerimaan Sasrabahu diumumkan, mahasiswa bisa melaksanakan perkuliahan di kampus pilihan mereka,” jelasnya. 

Bagikan artikel ini

Komentar