Dunia Akademik | Info Sentra Vidya Utama | Seputar Pendidikan

5 Tahapan Penting Merancang Pembelajaran Daring menurut Kemendikbud-Ristek

SEVIMA.COM – Meskipun kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring, namun pembelajaran daring ini juga memerlukan perancangan pembelajaran yang sistematis. Dengan adanya pembelajaran yang sistematis ini, maka akan dihasilkan rencana pembelajaran semester (RPS) yang mumpuni untuk diterapkan di dalam kelas. 

Adapun RPS dan perangkat pembelajaran tersebut seperti instrumen penilaian dan objek pembelajaran yang bisa diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar secara efektif dan efisien.

Dikutip dari Booklet pembelajaran dari Kemendikbud-Ristek RI tahun 2020, terdapat 5 tahapan mudah yang bisa dilakukan agar pembelajaran daring ini bisa menjamin capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang biasa disebut dengan tahapan ADDIE.

Apakah tahapan ADDIE itu?

Secara garis besar, tahapan ADDIE merupakan kepanjangan dari Analysis, Desin, Development, Implementation, dan Evaluation. Kelima tahapan tersebut digunakan untuk melakukan perancangan pembelajaran daring. 

Baca juga: Cara Membuat Modul Perkuliahan Daring yang Efektif dan Menarik

Bagaimana tahapan prose perancangan ADDIE diimplementasikan dalam pembelajaran?

Berdasarkan jenisnya, tahapan ADDIE ini akan dibagi menjadi 5 tahapan, yaitu :

1. Tahap Analysis

Pada tahapan ini, pengajar harus melakukan proses analisis atau identifikasi mata kuliah yang ada. Untuk itu, bisa dilakukan beberapa hal berikut ini:

  • Melakukan proses identifikasi CPL yang akan dibebankan pada mata kuliah;
  • Merumuskan bentuk capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK) sespesifik mungkin terhadap mata kuliah berdasarkan CPL yang akan dibebankan pada mata kuliah tersebut; 
  • Melakukan perumusan sub-CPMK yang mana menjadi kemampuan akhir yang harus direncanakan pada tiap tahap pembelajaran dan kemudian dirumuskan berdasarkan CPMK;
  • Melakukan proses analisis pembelajaran agar terciptanya gambaran kepada mahasiswa tentang tahapan proses pembelajaran yang akan dilalui;
  • Melakukan proses analisis kebutuhan belajar agar bisa mengetahui kebutuhan keluasan dan kedalaman materi pembelajaran serta adanya perangkat pembelajaran yang diperlukan. 

2. Tahap Design

Pada tahapan ini, dosen akan melakukan penentuan rancangan pembelajaran yang akan diterapkan pada mahasiswa, yaitu:

  • Melakukan indikator pencapaian sub-CPMK sebagai hasil kemampuan akhir yang akan direncanakan pada setiap tahap pembelajaran agar bisa memenuhi CPL;
  • Menetapkan semua kriteria penilaian dan mengembangkan instrumen penilaian di dalam pembelajaran yang didasarkan pada indikator pencapaian sub-CPMK;

3. Tahap Development

Tahapan ini akan mengedepankan tentang pengembangan bentuk pembelajaran, melalui cara berikut ini:

  • Memilih dan mengembangkan bentuk pembelajaran daring, metode pembelajaran, dan melakukan penugasan mahasiswa untuk mengembangkan pengalaman belajar mereka;
  • Melakukan proses pengembangan materi pembelajaran yang beragam ke dalam suatu bentuk ajar. Yang mana disesuaikan dengan sumber-sumber daring.

4. Tahap Implementation

Tahapan keempat ini adalah tahap eksekusi seluruh rangkaian pembelajaran tersebut. Tahapan ini bisa dilalui dengan :

  • Melakukan dan menyelenggarakan mata kuliah yang bersangkutan;
  • Mengadakan kegiatan pra pelatihan dan pengarahan kepada tenaga kependidikan. Sehingga akan berfungsi sebagai tenaga pendukung. 

5. Tahap Evaluation

Setelah berhasil melalui tahapan tersebut, para pengajar bisa melakukan proses evaluasi. Pada tahapan evaluasi ini sangat dibutuhkan untuk mengembangkan dan melakukan evaluasi pembelajaran baik evaluasi formatif maupun evaluasi sumatif.

Baca juga: Cara Pembelajaran Praktikum Efektif secara Daring (Oleh: Prof Richardus Eko Indrajit)

Dengan melakukan perencanaan pembelajaran daring tersebut, sebuah perguruan tinggi diharapkan mampu memenuhi standar CPL yang sudah ditentukan. Sehingga, perguruan tinggi harus proaktif dalam menyikapi kegiatan pembelajaran tersebut. 

Rangkaian tahapan perencanaan pembelajaran daring tersebut, akan jauh lebih sempurna jika sebuah perguruan tinggi ikut serta menggunakan platform pembelajaran interaktif seperti EdLink. Dengan begitu, meskipun seluruh kegiatan  dilakukan secara daring, namun akan tetap bisa diimplementasikan dengan baik. 

Bagikan artikel ini

Komentar