Event SEVIMA | Info Sentra Vidya Utama

Berjuang Seorang Diri di Tengah Trouble, Oleh: Ardiansyah (IBLAM Higher School Of Law)

Cerita: Ardiansyah – IBLAM Higher School Of Law
Cerita ini Terpilih Menjadi 15 Finalis dalam Lomba Sharing Operator SEVIMA

Penutupan Laporan Aktivitas Mahasiswa dan Dosen, pernah terjadi pada kampus kami, kampus kami terletak di wilayah DKI Jakarta tepatnya di wilayah Jakarta Pusat, selama 8 semester atau 3 tahun kampus kami tercinta tidak bisa melaporkan aktivitas nya, persoalan ini terjadi 8 tahun yang lalu tepatnya di tahun 2012. Kenapa persoalan ini terjadi pada kampus kami? dan kenapa persoalan ini terjadi cukup lama?.

Awal dari persoalan yang muncul yaitu ketidak-tertiban dalam mengelola aktivitas mahasiswa dan minimnya Sumber Daya Dosen yang ada pada kampus kami. Dari pihak Kopertis (yang sekarang berubah menjadi LLDIKTI), bukan lagi memberikan surat teguran tetapi melayangkan surat penutupan laporan. Tentu hal ini membuat pimpinan dan civitas kampus merasa “khawatir” apalagi Mahasiswa mengetahui akan kondisi ini, mahasiswa protes, mahasiswa menuntut akan hak nya. Karena selama penutupan laporan, Aktivitas Mahasiswa Baru tidak terlapor di Forlap Dikti, begitu juga Aktivitas Mahasiswa yang masih berjalan tidak terlapor juga aktivitas tiap semesternya. Namun beruntungnya kampus kami masih bisa menerima Mahasiswa Baru tetapi dengan persoalan tidak “tayang” di Dikti.

Pimpinan kampus kami dengan segera menindak lanjuti dan bertanggung jawab dalam kondisi ini. Pimpinan, tim akademik, tim operator, mendatangi Kopertis (nama Lembaga LLDikti saat itu). Pimpinan dan pihak kampus Kami diminta untuk bertanggung jawab, dengan beberapa persyaratan yang harus di ikuti. Pimpinan kampus kami pun “menyanggupi” dengan menanggung resiko dan tanggung jawab.

Dengan arahan dari Kopertis, dan didampingi pimpinan kampus kami, mulailah Tim operator bekerjasama tim akademik membenahi data mahasiswa dengan mengikuti segala persyaratan yang harus kami penuhi. Salah satu persyaratan yang cukup berat pada saat itu menurut kami, pemberkasan data mahasiswa mulai dari Formulir mahasiswa sampai data ijazah kelulusan mahasiswa. Jumlah mahasiswa di kampus kami pun ada 1.200 Mahasiswa, ini yang membuat tim Operator dan Tim Akademik harus bekerja keras untuk memenuhi persyaratan nya. Tentu kalau ditanya gimana pasti tetap dipetik pelajaran dan pengalaman ini.

Lagi-lagi persoalan pun berlarut-larut cukup lama, dengan kondisi tidak tayang nya aktivitas mahasiswa. Ditambah lagi dengan adanya pergerakan mahasiswa yang protes karena “hak” mereka sebagai mahasiswa aktif dan lulus tidak tayang di Dikti.

Kondisi ini pun diperparah dengan mundur nya kepala operator kami, yang semula tim operator kampus berjumlah 2 orang, berkurang hanya tinggal 1 orang. 

Yang harus saya ceritakan secara pribadi disini sisa 1 orang nya itu hanya saya, yang harus input pelaporan yang tertinggal ini, semula saya asisten operator yang hanya bekerja menyiapkan data secara fisik untuk keperluan Kepala operator kampus. Kali ini saya dituntut untuk bisa meng-input data sekaligus menyiapkan dokumen yang diperlukan.

Yang akhirnya harus disikapi dengan kondisi logis justru  memotivasi diri sendiri untuk belajar aplikasi epsbed Layar Biru DOS (nama aplikasi saat itu), mulai dari belajar dengan pegawai puskom kopertis langsung selama 3 hari, gak cuma belajar input, saya pun juga mendapat dukungan semangat dari pimpinan, semangat bantuan dari tim akademik kampus, dan akhirnya saya pribadi bersama tim bisa menyelesaikan tugas dengan baik. Segala persyaratan yang diminta Kopertis pun akhirnya bisa dipenuhi dengan baik dan mendapat nilai 100% sampai Periode ini. Benar menurut istilah, musuh terbesar adalah diri kita sendiri, sekali lagi kalau ditanya gimana pasti tetap di petik pelajaran dan pengalaman yang berharga ini. 

#pejuangPDDikti

#SharingBerhadiahSEVIMA

Bagikan artikel ini

Komentar