#revolutionizeEducation | Dunia Kampus | Info Sentra Vidya Utama

Kapan Memilih Migrasi Data atau Inisiasi Data Pada Neo Feeder?

SEVIMA.COM – Aplikasi Neo Feeder di dunia perguruan tinggi rupanya masih menjadi topik hangat yang sering kali dibahas. Yaps, aplikasi Neo Feeder ini merupakan sebuah aplikasi terbaru yang menggantikan pendahulunya, yaitu PDDIKTI Feeder 4.1. 

Ketika kita mulai menggunakan aplikasi tersebut, tentunya butuh sumber data awal agar dapat digunakan seperti aplikasi Feeder 4.1 sebelumnya. Terdapat 2 cara untuk mendapatkan sumber data awal yaitu migrasi data atau inisiasi data. Namun, kapan kita harus menggunakan migrasi data atau inisiasi data?

Kapan Memilih Migrasi Data atau Inisiasi Data Pada Neo Feeder

Pemilihan update menggunakan migrasi data atau inisiasi data ini harus ditentukan sesuai dengan kebutuhan data di kampus kita. Yuk kita bahas lebih detail.

Kapan update data menggunakan Migrasi Data? 

Kapan menggunakan migrasi data? Ketika ada data yang belum sinkronisasi di Feeder PDDikti 4.1 sebelum tanggal 28 februari 2022, cara migrasi data paling cocok.

Cara migrasi data ini dapat dilakukan oleh perguruan tinggi yang telah melakukan/ memiliki instalasi aplikasi PDDikti Feeder versi 4.1. Proses ini dilakukan dengan menyalin basis data dari aplikasi PDDikti Feeder versi 4.1 ke aplikasi PDDikti Neo Feeder. 

Proses migrasi ini juga dapat dilakukan berulang sampai perguruan tinggi memastikan semua data yang disalin benar-benar telah lengkap.

Baca juga : Cara Migrasi Data pada Aplikasi PDDikti Neo Feeder 2022

Kapan update data menggunakan Inisiasi Data? 

Kapan menggunakan inisiasi data? Ketika data sudah sinkronisasi di Feeder PDDikti 4.1 sebelum tanggal 28 februari 2022 atau aplikasi Feeder 4.1 nya terlanjur di uninstal. Maka, cara inisiasi data paling cocok agar datanya bisa di sinkron menggunakan Neo Feeder.

Proses inisiasi data (push prefill) merupakan cara untuk memasukkan data awal dari file prefill yang dapat diunduh pada laman PDDIKTI admin. Sebenarnya, cara Push Prefill ini seperti pola Push Prefill di aplikasi Feeder versi lama. 

Namun, ketika kita menggunakan cara Inisiasi Data, harus dipastikan terlebih dahulu bahwa data prefill adalah hasil generate prefill terbaru.

Baca juga : Cara Inisiasi Data Push Prefill di Neo Feeder 2022 

Bagaimana Jika Ada Data Yang Tidak Masuk?

Bagaimana jika sudah update data (migrasi atau inisiasi) ada data yang tidak masuk, haruskah input ulang satu persatu? Tentu saja harus masukan satu-persatu. Namun ada cara yang lebih mudah, yaitu menggunakan layanan sistem informasi akademik siAkad Cloud yang siap mendukung penggunaan Neo Feeder 2022 di perguruan Tinggi.

Jadi, jika perguruan tinggi kita menggunakan siAkad Cloud, kita tidak perlu pusing-pusing memikirkan perubahan Neo Feeder, migrasi data atau inisiasi data, kampus cukup bersantai dan terima beres, karena akan di bantu 100% tim SEVIMA siAkad Cloud. siakadcloud.com

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen selama 18 tahun dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui sistem informasi siAkadCloud

TAGS :

Komentar