Kontak Kami

Perguruan Tinggi | Strategi & Tata Kelola

Revolusi Pendidikan di Kampus Merah Putih

04 Nov 2020

Penulis: Panji Wijonarko
Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Artikel ini Masuk dalam 15 Besar “Kompetisi Menulis SEVIMA #revolutionizeEducation” 

SEVIMA.COM – Senin pagi itu, langit terlihat sangat cerah, matahari dengan mudah menyinari bumi, khususnya sebuah gedung 8 lantai di utara Jakarta. Dengan kombinasi warna merah dan putih pada temboknya, membuat gedung tersebut terlihat sangat ikonik. Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, atau bisa disebut dengan UTA’45 Jakarta merupakan kampus swasta tertua di Indonesia. Salah satu kampus nasionalis yang berlandaskan Pancasila, kampus merah putih yang selalu berkomitmen untuk memajukan pendidikan di Indonesia. 

Pagi itu merupakan hari pertama perkuliahan awal semester. Seperti biasa, kelas pertama mulai pukul 08.00 pagi, di Ruang Loket Perkuliahan, terlihat dosen yang sedari pagi bersiap memulai perkuliahan awal untuk mengambil peta absensi dan Berita Acara Perkuliahan (BAP). Namun, ada yang berbeda di hari itu, Loket perkuliahan tidak lagi memberikan peta absensi dan BAP ke dosen, mereka hanya memberikan dosen sebuah kantong berisi proyektor jarak jauh, spidol dan penghapus.

Dosen pun bertanya, “bagaimana nanti cara kami melakukan absensi siswa dan menulis BAP?” Dengan tenang, petugas loket memberikan penjelasan, “Bapak/Ibu, mulai semester ini, kita sudah beralih ke sistem yang baru bernama SIAKAD CLOUD, di mana nanti bapak bisa langsung mengabsenkan siswa/i bapak lewat siakad, atau bapak juga bisa mengarahkan siswa untuk melakukan absensi secara mandiri menggunakan scan barcode langsung dari aplikasi ponsel mereka karena siakad juga dapat diakses melalui versi ponsel android”.

“Untuk BAP, Bapak/ Ibu bisa langsung mengisi bap di dalam siakad, dan sebagai kelengkapan perkuliahan, RPS MK yang bapak/ ibu ampu semua sudah tersedia di SIAKAD, dan bisa langsung di unduh. Bapak dosen pun tersenyum hangat dan berkata, “baik, nanti mohon saya membimbing ya, terungkap sistem yang saat ini sangat menarik”. “Siap pak”, jawab sang petugas tak kalah antusias. 

Mendekati Ujian Tengah Semester, di waktu dan tempat yang berbeda, sebuah ruang yang tadinya selalu ramai dikunjungi mahasiswa untuk memenuhi kewajiban administrasi perkuliahan, terlihat agak panjang. Hmm, tidak seperti biasanya. Iseng saya bertanya ke petugas, “tumben nih, biasanya antrian sudah panjang di tanggal segini?”. “Sekarang sistemnya sudah baik pak, mahasiswa bisa langsung bayar biaya kuliah menggunakan virtual account , tagihannya pun lengkap ada di siakad mahasiswa, jadi mereka gak perlu datang ke kampus hanya untuk biaya, apalagi sedang pandemi seperti ini. Saya tersenyum hangat mendengar hal tersebut, dalam hati saya berbicara, “baik, berarti sistem sudah berfungsi dan bisa digunakan dengan baik oleh pengguna ”. 

Pandemi Covid 19 membuat pendidikan di Indonesia harus bertahan , seluruh proses pembelajaran mau tidak mau dilaksanakan lewat jarak jauh. UTA’45 Jakarta sudah menerapkan budaya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan modus ganda ( blended ), sejak tahun ajaran 2017, sehingga proses adaptasi di pandemi ini menjadi tidak begitu berat.

Penggunaan Learning Management System (LMS) yang sudah terintegrasi dengan sistem akademik seperti edlink.id sangat membantu proses pembelajaran jarak jauh untuk dilakukan secara maksimal. Integrasi kelas kuliah (jadwal, peserta, pengajar) ditambah dengan fitur materi, tugas dan  konferensi sangat mempermudah dosen dalam melakukan proses pembelajaran tanpa mengurangi mutu dari pembelajaran itu sendiri.

Pendidikan itu penting, bahkan tanpa bangku dan kelas, pendidikan harus tetap bisa berjalan.   Tema merevolusi pendidikan menjadi sangat penting untuk dapat dilakukan di institusi pendidikan, terutama pendidikan tinggi. Kampus juga harus beradaptasi dan berevolusi untuk mempersiapkan tantangan ke depan.  

Penerimaan mahasiswa baru juga menjadi tantangan bagi kampus swasta dalam menjaring calon mahasiswa, terutama di masa pandemi, berkedip, sistem penerimaan mahasiswa baru di UTA’45 Jakarta sudah bisa dilakukan dengan berani melalui http://pendaftaran.uta45jakarta.ac.id. Seluruh dokumen pemenang di unggah ke dalam sistem, pembayaran dapat dilakukan di mana saja dengan virtual account , dan yang tidak kalah penting, ujian seleksi masuk juga dapat dilakukan secara berani dengan sistem CBT di siakad cloud. Hal ini memudahkan calon mahasiswa UTA’45 Jakarta yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia dalam melakukan proses pendaftaran tanpa harus datang ke kampus.  

Mungkin, revolusi pendidikan sedang terjadi di setiap institusi pendidikan, khususnya UTA’45 Jakarta. Kuliah berani, UTS dan UAS berani, Bimbingan Proposal dan Skripsi berani, Sidang Skripsi berani, sudah menjadi hal yang biasa dan harus bisa diterapkan. Semua dilakukan dalam upaya kenormalan baru, tantangan baru, dalam upaya komitmen UTA’45 Jakarta membangun Negeri, demi pendidikan Indonesia, yang semakin baik.  

Diposting Oleh:

Seprila Mayang SEVIMA

Tags:

#Revolusi Pendidikan kompetisi menulis sevima universitas 17 agustus 1945 jakarta

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.

Jadwalkan Diskusi
SEVIMA Platform

Regulasi

Lihat Semua

Video Terbaru

Pulang dan Membangun Kampus: Perjalanan Memimpin Pendidikan Maritim dari Cirebon