Kompetisi Menulis

Revolusi Pendidikan di Kampus Merah Putih

Penulis: Panji Wijonarko
Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
Artikel ini Masuk dalam 15 Besar “Kompetisi Menulis SEVIMA #revolutionizeEducation” 

Senin pagi itu, langit terlihat sangat cerah, matahari dengan mudah menyinari bumi, khususnya  sebuah gedung 8 lantai di utara Jakarta. Dengan kombinasi warna merah dan putih di temboknya,  membuat gedung tersebut terlihat sangat ikonik. Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, atau bisa  disebut dengan UTA’45 Jakarta merupakan kampus swasta tertua di Indonesia. Salah satu kampus  nasionalis yang berlandaskan Pancasila, kampus merah putih yang selalu berkomitmen untuk  memajukan pendidikan di Indonesia. 

Pagi itu merupakan hari pertama perkuliahan awal semester. Seperti biasa, kelas pertama di mulai  pukul 08.00 pagi, di Ruang Loket Perkuliahan, terlihat dosen yang sedari pagi bersiap memulai  perkuliahan awal untuk mengambil map absensi dan Berita Acara Perkuliahan (BAP). Tapi, ada yang  berbeda di hari itu, Loket perkuliahan tidak lagi memberikan map absensi dan BAP ke dosen, mereka  hanya memberikan dosen sebuah pouch berisi remote proyektor, spidol dan penghapus.

Dosen pun  bertanya, “bagaimana nanti cara kami melakukan absensi mahasiswa dan menulis BAP?” Dengan  tenang, petugas loket memberikan penjelasan, “Bapak/ Ibu, mulai semester ini, kita sudah beralih ke  sistem yang baru bernama SIAKAD CLOUD, di mana nanti bapak bisa langsung mengabsenkan  mahasiswa/i bapak lewat siakad, atau bapak juga bisa mengarahkan mahasiswa untuk melakukan  absensi secara mandiri menggunakan scan barcode langsung dari aplikasi mobile phone mereka karena siakad juga dapat diakses melalui versi mobile phone android”.

“Untuk BAP, Bapak/ Ibu bisa  langsung mengisi bap di dalam siakad, dan sebagai kelengkapan perkuliahan, RPS MK yang bapak/ ibu  ampu semua sudah tersedia di SIAKAD, dan bisa langsung di unduh. Bapak dosen pun tersenyum  hangat dan berkata, “baik, nanti mohon saya dipandu ya, sepertinya sistem yang saat ini sangat  menarik”. “Siap pak”, jawab sang petugas tak kalah antusias. 

Mendekati Ujian Tengah Semester, di waktu dan tempat yang berbeda, sebuah ruang yang tadinya  selalu ramai dikunjungi mahasiswa untuk memenuhi kewajiban administrasi kuliah, terlihat agak  lenggang. Hmm, tidak seperti biasanya. Iseng saya bertanya ke petugas, “tumben nih, biasanya antrian  sudah panjang di tanggal segini?”. “Sekarang sistemnya sudah baik pak, mahasiswa bisa langsung  bayar biaya kuliah menggunakan virtual account, tagihannya pun lengkap ada di siakad mahasiswa,  jadi mereka gak perlu datang ke kampus hanya untuk bayaran, apalagi sedang pandemic seperti ini.  Saya tersenyum hangat mendengar hal tersebut, dalam hati saya berbicara, “baik, berarti sistem  sudah berfungsi dan bisa digunakan dengan baik oleh user”. 

Pandemi Covid 19 membuat pendidikan di Indonesia harus survive, seluruh proses pembelajaran mau  tidak mau dilaksanakan lewat jarak jauh. UTA’45 Jakarta sudah menerapkan budaya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan modus ganda  (blended), sejak tahun ajaran 2017, sehingga proses adaptasi di pandemi ini menjadi tidak begitu  berat.

Penggunaan Learning Management System (LMS) yang sudah terintegrasi dengan sistem  akademik seperti edlink.id sangat membantu proses pembelajaran jarak jauh untuk dilakukan secara  maksimal. Integrasi kelas kuliah (jadwal, peserta, pengajar) ditambah dengan fitur materi, tugas dan  conference sangat mempermudah dosen dalam melakukan proses pembelajaran tanpa mengurangi  mutu dari pembelajaran itu sendiri.

Pendidikan itu penting, bahkan tanpa bangku dan kelas, pendidikan harus tetap bisa berjalan.  Tema revolutionize education menjadi sangat penting untuk dapat dilakukan di institusi pendidikan,  terutama pendidikan tinggi. Kampus juga harus beradaptasi dan berevolusi untuk mempersiapkan  tantangan ke depan.  

Penerimaan mahasiswa baru juga menjadi tantangan bagi kampus swasta dalam menjaring calon  mahasiswa, terutama di masa pandemic, untungnya, sistem penerimaan mahasiswa baru di UTA’45  Jakarta sudah bisa dilakukan secara daring lewat http://pendaftaran.uta45jakarta.ac.id. Seluruh dokumen  prasyarat di unggah ke dalam sistem, pembayaran dapat dilakukan di mana saja dengan virtual  account, dan yang tidak kalah penting, ujian seleksi masuk juga dapat dilakukan secara daring dengan  sistem CBT di siakad cloud. Hal ini memudahkan calon mahasiswa UTA’45 Jakarta yang berasal dari  seluruh wilayah Indonesia dalam melakukan proses pendaftaran tanpa harus datang ke kampus.  

Mungkin, revolutionize education sedang terjadi di setiap institusi pendidikan, khususnya UTA’45  Jakarta. Kuliah daring, UTS dan UAS daring, Bimbingan Proposal dan Skripsi daring, Sidang Skripsi  daring, sudah menjadi hal yang biasa dan harus bisa diterapkan. Semua dilakukan menghadapi  kenormalan baru, tantangan baru, dalam upaya komitmen UTA’45 Jakarta membangun Negeri, demi  pendidikan Indonesia, yang semakin baik.  

Bagikan artikel ini
TAGS :

Komentar