Kontak Kami

Perguruan Tinggi | Strategi & Tata Kelola

Revolutionize Education: Optimis Meningkatkan Potensi Meski Ditengah Pandemic Covid-19

13 Nov 2020

Penulis: Okis Mulyatina
Mahasiswa Universitas Nasional Jakarta
Artikel ini Masuk dalam 10 Besar Kategori Mahasiswa di “Kompetisi Menulis SEVIMA #revolutionizeEducation” 

SEVIMA.COM – Pandemi Covid-19 melanda Indonesia sejak kasus pertama telah terkonfirmasi pada Februari 2020. Menimbulkan berbagai dampak pada segala aspek kehidupan masyarakat termasuk dalam dunia pendidikan. Langkah beragam dilakukan sebagai upaya untuk menekan penyebaran virus Covid-19 semakin merebak.

Dalam dunia pendidikan terjadi perubahan proses belajar mengajar yang selama ini biasa terjadi. Mengantarkan Merevolusi Pendidikan yang bersifat mengglobal melalui jaringan internet. Pendidikan sebelumnya dilakukan dengan sistem pembelajaran tatap muka sebagai metode konvensional menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara virtual. PJJ dilakukan secara berani dengan memanfaatkan teknologi untuk kegiatan belajar mengajar.

Pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan bukanlah hal yang baru. Hal tersebut sudah mulai diterapkan secara perlahan pada tahun 2000an di beberapa instansi pendidikan di Indonesia. dalam beberapa sektor sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan baik sebagai dasar data pendidikan ataupun dalam kegiatan belajar mengajar.

Mengacu pada surat Edaran Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Diretorat Pendidikan Tinggi No 1 Tahun 2020 tentang Pencegahan Penyebaran Covid-19, Universitas Nasional Jakarta telah menerapkan secara keseluruhan perkuliahan yang dilakukan secara berani terhitung sejak bulan Maret. Setiap pelajar baik pada jenjang sekolah dasar, menengah hingga perguruan tinggi melaksanakan proses belajar dari rumah (Learn From Home) melalui sistem belajar dare atau online. Hingga pada bulan September 2020 penelitian Kemendikbud, menyatakan bahwa sudah ada 98% perguruan tinggi di Indonesia sudah menerapkan pembelajaran berani.

Proses pembelajaran mengalami penyesuaian yang diterapkan dalam proses kegiatan belajar mengajar. Melalui metode baru yang dilakukan secara berani dari rumah masing-masing, yang sebelumnya dilakukan secara tatap muka (konvensional) . Perubahan yang terjadi secara tiba-tiba mengakibatkan guncangan bagi civitas akademik baik mahasiswa maupun dosen. Hal tersebut terjadi karena beragam ketidaksiapan pendukung dalam menunjang pembelajaran yang berani menjadi tantangan tersendiri.

Pendidikan tidak dapat dilepaskan dari proses belajar mengajar sebagai suatu kegiatan yang bersifat holistik dalam satu kesatuan. Beragam aspek pendukung dalam proses belajar mengajar menanamkan nilai, norma, budaya, moral, dalam diri individu yang membetuk sebuah karakter. Ditengah kondisi wabah pandemi Covid 19 mendesaknya perubahan secara tiba-tiba tanpa ada persiapan.

Dunia Pendidikan dihadapkan pada ketidaksiapan sistem pembelajaran yang berani dengan beragam tantangan yang dihadapi. Proses pembelajaran yang berani memerlukan akses teknologi informasi sebagai penunjang dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar seperti laptop , smartphone , tablet. (Gikas & Grant, 2013 dalam Handarini, 2020). Menurut Moore at all dalam Firman & Sari, 2020 pembelajaran dare dapat dilaksanakan dengan fasilitas internet, teknologi, aksesbilitas, komunikasi dan kemampuan dalam menciptakan interaksi sebagai kegiatan yang mendukung pembelajaran [1] .

Dengan kondisi yang terbatas mengakibatkan terganggunya akses pendidikan bagi kelompok masyarakat tertentu. Pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang belum terdistribusi dengan baik di beberapa wilayah menghambat kegiatan belajar secara berani dapat berjalan dengan maskimal. Disisi lain kemampuan ekonomi yang berbeda bagi setiap keluarga dalam menyediakan gadget bagi anak untuk mengikuti kegiatan belajar secara berani. Menimbulkan kesenjangan akses pendidikan bagi kelompok pelajar atau pelajar dari keluarga ekonomi yang berbeda.

Dalam membentuk proses belajar sebagai upaya untuk mentransfer ilmu pengetahuan. Seperti yang disampaikan Ki Hajar Dewantara bahwa Pendidikan merupakan sebagai proses pembudayaan yang artinya sebagai proses mentransfer nilai luhur kepada generasi selanjutnya untuk memajukan dan mengembangkan budaya yang luhur. Dalam situasi pandemi mengharuskan sistem pembelajaran yang dilakukan dengan jarak jauh memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa.

Menurut Edgar Dale dalam teori Cone of Experience atau Kerucut Pengalaman memahami bahwa pembelajaran merupakan suatu proses bagi para pelajar melalui pengalaman belajar dengan proses observasi, observasi, tindakan yang dialami oleh dirinya sendiri. Memahami pengalaman sebagai proses belajar bagi individu untuk memahami sebuah informasi yang didapat menjadi pengetahuan dalam dirinya.

Namun dalam situasi pandemi Covid 19 yang membatasi ruang gerak masyarakat termasuk dalam proses kegiatan belajar mengajar. Memberikan pengalaman yang berbeda dalam pembelajaran yang berani. Dilihat dari sudut pandang positif pengalaman belajar berani memberikan keleluasaan bagi pelajar mengakses informasi. Melatih kemampuan dalam menganalisis segala bentuk informasi yang diperoleh melalui media. Hal tersebut memberikan kesempatan bagi pelajar atau pelajar dalam memanfaatkan waktu dari rumah dalam mengoptimalkan potensi diri. Meskipun ditengah pandemi dengan kondisi pertemuan secara tatap muka terbatas tidak menghalangi siswa dalam belajar atau bahkan menghasilkan karya. Sebagai bentuk efektifitas dan efisiensi pemanfaatan teknologi dalam bidang pendidikan.

Tidak terkecuali di Universitas Nasional Jakarta yang memanfaatkan website, zoom meeting, moodle, google meet  serta aplikasi lainnya untuk memaksimalkan kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara berani. Melalui pembelajaran dari rumah memberikan waktu bagi para siswa memiliki waktu yang lebih banyak dalam mengeksplorasi kemampuan secara belajar mandiri. Dengan memanfaatkan internet dalam mencari informasi bahan belajar sebagai bentuk partisipasi siswa dalam belajar. Partisipasi aktif mendorong interaksi antar dosen dan mahasiswa dapat membantu mengembangkan potensi lebih baik dalam memahami suatu materi yang dipelajari (Pedrosa de jessus at all dalam Davis & Summers).

Proses belajar bagi mahasiwa dilakukan melalui platform media digital secara mandiri dengan memanfaatkan internet. Untuk mengakses beragam materi sebagai media pembelajaran yang dapat dilakukan dengan efisien dan efektif. Dalam proses belajar berani siswa diharapkan tidak hanya aktif dalam memahami apa yang dibaca atau dilihat melalui digital baik itu e-book, hand book , jurnal, youtube, berita . Namun pembelajaran dilakukan dengan mengasah potensi melalui beragam interaksi yang dilakukan secara virtual. Hal tersebut dilakukan dengan partisispasi dalam aktivitas yang dilakukan secara virtual untuk meningkatkan keterampilan seperti video conference , webinar dalam rangka proses belajar-mengajar ataupun keikutsertakan dalam partisipasi kegiatan kemahasiswaan. Dalam teori Cone Experience   memberikan gambaran bagi siswa dalam memahami informasi melalui pengalaman memiliki resitensi yang lebih tinggi sebagai pengetahuan bagi individu.

Keberhasilan pembelajaran daring yang dilakukan jarak jauh bergantung pada partisipasi pelajar atau siswa dalam proses belajar. Partisipasi belajar dibangun melalui kesadaran serta kemampuan berpikir kritis dan inovatif dalam memahami informasi yang kemudian akan mempengaruhi resistensi pengetahuan yang akan diserap oleh siswa.

Dalam proses belajar berani mengurangi interaksi pembelajaran secara langsung siswa dalam kehidupan nyata. Diganti melalui peran teknologi dengan beragam aplikasi video conference untuk menggantikan pertemuan tatap muka yang biasa terjadi di ruang kelas. Memberikan kesempatan diskusi bagi dosen dan mahasiswa dalam menghadapi pemecahan masalah dalam proses pembelajaran yang berani. Sehingga diharapkan dapat terus meningkatkan tujuan pembelajaran dare yang efektif dan efisien.

Melalui pembelajaran yang berani, siswa dan dosen diharapkan dapat mengoptimalkan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan memanfaatkan media digital melalui berbagai platform online untuk mengembangkan kemampuan hard skill dan soft skill . Menciptakan iklim pembelajaran yang baik dalam mencapai mutu pendidikan yang sesungguhnya sebagai Merevolusi Pendidikan melalui pemanfaatan teknologi.

Diposting Oleh:

ahmaddimas

Tags:

kompetisi menulis sevima pandemi covid-19 Universitas Nasional

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.

Jadwalkan Diskusi
SEVIMA Platform

Regulasi

Lihat Semua

Video Terbaru

Standar Mutu Kampus Sudah Tercapai, Apa Langkah Selanjutnya?