Success story

Susah Sinyal Hingga Pernah Kesulitan Input data, Kini IKIP Muhammadiyah Maumere Sukses Melakukan Pelaporan PDDIKTI

SEVIMA.COM – IKIP Muhammadiyah Maumere (IKIP Mu) merupakan salah satu perguruan tinggi yang sudah sukses menuai hasil dalam melakukan pelaporan PDDIKTI. Namun siapa sangka, menuju keberhasilan tersebut rupanya membutuhkan kerja keras yang luar biasa. 

Seperti yang diketahui, pelaporan PDDIKTI sangatlah penting untuk meningkatkan kualitas dari sebuah perguruan tinggi. Kesuksesan pelaporan tersebut menentukan keberhasilan dari masing-masing perguruan tinggi. 

Dalam melakukan pelaporan, IKIP Muhammadiyah mengalami kesulitan dalam jaringan. Berada di wilayah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, rupanya jaringan masih menjadi kendala tersendiri dalam melakukan pelaporan. Namun, dengan semangat yang kuat, kondisi ini akhirnya bisa dipatahkan.

Permasalahan yang terjadi tidak hanya itu saja. Kampus ini dulunya melakukan penginputan data secara manual yang dilakukan oleh lima operator. Proses tersebut benar-benar membutuhkan effort yang sangat panjang dalam melakukan pelaporan tersebut. 

Mengawali kemudahan dengan GoFeeder

Menginjak tahun 2017, tim operator IKIP Muhammadiyah Maumere sedang melakukan proses akreditasi program studi. Seperti kejatuhan durian runtuh, kampus ini tiba-tiba mendapat undangan dari SEVIMA untuk melakukan pelatihan PDDIKTI di Kupang. 

“Selama mengikuti pelatihan tersebut, kami mendapatkan sosialisasi dari Mbak April untuk penggunaan GoFeeder. Kami menyadari bahwa program tersebut sangat mempermudah kami dalam melakukan pelaporan tersebut,” ujar Adi Jufriansah M.Pd., Kepala LSITP sekaligus super admin IKIP Muhammadiyah Maumere. 

Sepulang dari acara tersebut, Adi membawa proposal kerjasama dan membawanya ke Yayasan. Tanpa berpikir lama, Yayasan pun juga menyetujui proposal tersebut.  

“Ketika mendapatkan proposal kerjasama tersebut, saya secepat mungkin membawanya ke pihak yayasan. Di sana saya menjelaskan bagaimana penggunaan GoFeeder secara lengkap. Siapa sangka, tanpa menunggu lama Yayasan langsung menyetujuinya,” pungkas Adi.

Menindak lanjuti kerjasama tersebut, pada tahun 2018 akhirnya tim IKIPMu melakukan perjalanan ke Surabaya untuk pengoperasian GoFeeder tersebut. 

Adi menuturkan, “Dalam kegiatan tersebut, pihak SEVIMA menjelaskan bagaimana proses penggunaan GoFeeder secara terperinci. Jadi kami bisa mengerti penggunaan aplikasi tersebut, seperti setting awal, role administrator, hingga role dosen dan mahasiswa.”

Sepulang dari Surabaya, pihak IKIPMu juga langsung mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) di tataran pimpinan, fakultas,dan Kaprodi. Ini bertujuan untuk mempermudah proses penggunaan layanan GoFeeder pada kampus. 

Proses yang dijalankan dimulai dari dari proses input data dari dosen, setelah itu Kaprodi melakukan cross check terkait data tersebut. Jika proses tersebut dilakukan oleh tim operator, pasti tim operator akan mengalami kesulitan dalam tracking dan inputing data-data tersebut. 

Menariknya lagi, penggunaan GoFeeder ini menjadikan kampus IKIPMu sebagai pengguna layanan Cloud pertama di wilayah tersebut. Ini benar-benar sangat menguntungkan pihak kampus dalam melakukan pelaporan PDDIKTI. 

“Kami benar-benar merasa terbantu dengan layanan GoFeeder ini. Sistemnya yang sudah terintegrasi dengan PDDIKTI membuat kami tidak bekerja dua kali. Sehingga saat proses pelaporan data tersebut dapat dilakukan dengan sangat mudah,” tambah Adi. 

Kisah perjalanan IKIPMu dalam pelaporan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Kampus ini sukses dalam melakukan pelaporan PDDIKTI. Lalu bagaimana dengan kampus anda? Apakah kampus Anda sudah menemukan kemudahan dalam pelaporan PDDIKTI? Ayo gabung dan temukan kemudahan melalui gofeedercloud.com. 

Bagikan artikel ini

Campuspedia
Instagram
Komentar
[gs-fb-comments]