Perguruan Tinggi | Regulasi & Kepatuhan
Batas Pelaporan PDDikti 2025-2 Kian Dekat, Ini Urutan Kerja agar Data Kampus Tidak Tertahan
27 Oct 2026
Perguruan Tinggi | Regulasi & Kepatuhan
20 Feb 2019
SEVIMA.COM – Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, menutup 243 PTS bermasalah yang tersebar di sebagian wilayah di tanah air. Ratusan kampus tersebut dianggap bermasalah dan tidak mematuhi peraturan. Hal tersebut disampaikan Menteri Nasir usai menjadi pembicara utama pada Sidang Paripurna Majelis Senat Akademi PTNBN 2019, di Gelanggang Mahasiswa Universitas Sumatera Utara, di Medan.
”Dalam operasional PTS itu, terhenti sehingga lembaga pendidikan tersebut tidak dapat diterima lagi menerima siswa baru,” kata Nasir sebagaimana dilansir Antara, Selasa (18/2/2019).
Kemenristekdikti mencabut izin PTS bermasalah itu, menurut dia setelah melakukan berbagai pertimbangan dan kajian. Serta tidak mungkin dipertahankan lagi.
”PTS bermasalah tersebut dihentikan operasinya karena melakukan pelanggaran yang cukup berat. Selain itu, mengeluarkan ijazah Strata 1 (S-1) palsu, serta memperjualbelikan dokumen penting tersebut,” ujarnya.
Baca juga: Cara Cek Keaslian Ijazah Di SIVIL Ristekdikti
Ia menyebutkan PTS tersebut tidak dapat berkembang lagi dan kekurangan siswa. PTS bermasalah itu juga tidak memiliki lahan/tanah untuk dibangun gedung kuliah. Kemudian PTS yang tidak memenuhi persyaratan, beberapa kali mendapat peringatan dari kemenristekdikti dan kesalahan lainnya.
Selain penutupan, Kemenristekdikti juga membina PTS untuk meningkatkan kualitas pendidikan sumber daya nanusia seperti fasilitas kampus dan meningkatkan staf pengajar.
”Dari sisi pelatihan, masih banyak. Nah, terutama PTS yang akreditasinya masih C,” sebut Nasir
Kemenristekdikti tetap melakukan pengawasan dan pelatihan terhadap PTS. Sehingga dapat lebih maju dan berkembang. Ketika ditanya PTS yang ditutup di wilayah Sumatera Utara, nasir mengatakan tidak mengetahuinya. ”Silahkan tanyakan saja kepada Kopertis Wilayah I Sumut. Karena institusi itu yang mengetahui PTS-PTS itu,” jawabnya.
Sebelumnya Nasir mengatakan, kuliah secara online atau pembelajaran secara berani dapat meningkatkan kualitas dan kualitas pendidikan di perguruan tinggi. ”kuliah online tersebut merupakan pembelajaran baru, dan tengah diuji coba oleh tujuh perguruan tinggi di tanah air,” jelasnya.
Baca Juga: dan Manfaat Model Pembelajaran Blended Learning
Uji coba pembelajaran dare atau e-learning, menurut dia mulai dilaksanakan pada awal Februari 2019. ”Diharapkan pembelajaran melalui online dpt diterapkan di lingkungan perguruan tinggi , dan termasuk di Universitas Sumatera Utara,” ujar dia.
Sumber: Antara
Diposting Oleh:
Fadhol SEVIMA
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.
Jadwalkan Diskusi