Kontak Kami

Perguruan Tinggi | Teknologi, Data & AI

Pandemi Jadi Momentum IAIN Parepare Transformasi Digital Menyeluruh

13 Oct 2020

SEVIMA.COM – Dari awal tahun 2020, IAIN Parepare telah berproses melakukan transformasi digital. Hal ini menjadi momentum yang sangat tepat karena bersamaan dengan terjadinya pandemi COVID-19, yang menjadi batu loncatan sangat besar bagi dunia pendidikan. Tak hanya proses belajar mengajar, operasional serta administrasi akademik pun harus dilakukan secara berani guna mencegah penyebaran virus corona. 

Bapak Ir.Sufyaldy M.Kom, selaku Kepala Unit Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD) mengungkapkan beberapa bulan terakhir ini, seluruh unit kerja yang dipimpin oleh Kepala Biro AUAK sedang melakukan rekayasa ulang proses bisnis secara maraton untuk menyempurnakan proses yang dirasa kurang valid sekaligus beradaptasi dengan sistem yang berjalan saat ini. 

Baca juga:  Keren! Universitas Lancang Kuning Sukses Pelaporan PDDikti 20192 dan Jadi yang Terbaik

Proses Migrasi Ternyata Tidak Semudah yang Dipikirkan

Sudah cukup lama unit TIPD melakukan proses benchmarking untuk menentukan langkah yang tepat dalam menerapkan teknologi baru. Proses transfer data yang sangat besar menjadi fokus utama yang harus benar-benar dipikirkan dengan matang dalam pelaksanaan serta mitigasi risikonya.

“Diskusi panjang telah Kami lakukan, tentunya dengan berbagai resistensi. Karena menciptakan budaya atau budaya dengan mengadopsi sesuatu yang baru itu tidak mudah. ​​Jauh lebih sulit daripada mengimplementasikan teknologinya sendiri.”, ujar alumni Profesi Insinyur Informatika UNHAS ini.

Sebelumnya, IAIN Parepare telah memiliki aplikasi akademik yang digunakan sejak tahun 2010. Dan seiring berjalannya waktu, aplikasi ini dirasa sudah sangat tidak kompatibel untuk menangani proses bisnis IAIN Parepare yang kian berkembang.

Baca juga:  Institut Ilmu Sosial dan Budaya Samawa Rea Menjadi Pionir Kampus Go Online di Sumbawa

Dari evaluasi yang dilakukan, kata Pak Aldy, sistem yang dulu sudah cukup kompleks namun transaksinya belum terlalu banyak. Sedangkan untuk saat ini, setelah institusi berkembang dari STAIN menjadi IAIN, tentunya tidak mau harus bertransformasi secara digital. Karena sistem sudah tidak mampu menangani 33 program studi, kebutuhan dari manajemen dan pimpinan, serta mengikuti perubahan regulasi yang cepat. Apabila aplikasi lama terus dikembangkan, maka akan menghabiskan biaya serta risiko yang lebih besar. 

Respon Positif dari Seluruh Civitas Akademik

Langkah besar dari TIPD dengan mempertimbangkan kebutuhan pemangku kepentingan ini diharapkan juga dapat melancarkan operasional di IAIN Parepare terutama karena pada saat ini semua diharuskan untuk bekerja dari rumah atau bekerja dari rumah .

Pengiriman aplikasi siAkadCloud dilakukan bertahap mulai dari modul kepegawaian dengan fitur absensi online yang dirasa sangat membantu ketika WFH diterapkan, sehingga akhirnya para dosen maupun staf mulai tertarik untuk melakukan eksplorasi fitur yang lain.

Banyak fitur yang diminta oleh admin fakultas yang belum ada di sistem lama, sekarang sudah terakomodir di sistem baru. Dari sisi dosen saat ini juga dapat memadukan kemajuan dan sejarah mahasiswa dengan bentuk bimbingan akademik, hingga sistem peringatan dini untuk mahasiswa yang akan di DO.

Baca juga:  Siap Adaptasi Kebiasaan Baru, Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR Kerjasama dengan SEVIMA

Komitmen pimpinan yaitu di masa pandemi agar semua bisa 100% dilakukan dengan berani , membuat inti bisnis pendidikan dan pengajaran juga harus dilakukan secara online. Dengan memanfaatkan platform LMS EdLink , menurut Pak Aldy dapat mengefisiensikan proses panjang yang dilakukan oleh unit TIPD dalam integrasi data antara platform e-learning sebelumnya dengan sistem akademik. Konten pembelajaran juga dapat diaudit dengan mudah oleh manajemen jika dibutuhkan di masa mendatang.

Pada tahun ini pun, proses penerimaan mahasiswa baru di IAIN Parepare juga sudah dapat dilakukan sepenuhnya secara online . Selain itu, transaksi pembayaran juga semakin dimudahkan sehingga mahasiswa tidak perlu pergi ke kampus untuk mengambil blanko. 

“Momentum COVID-19 ini seperti lorong waktu yang memaksa Kita ke masa depan. Semua bekerja keras untuk beradaptasi. Unit TIPD tidak dapat bekerja sendiri, Kami butuh dukungan dari seluruh pemangku kepentingan agar IAIN Parepare dapat memanfaatkan momentum ini untuk dapat melakukan transformasi digital secara total menuju 100%”, pungkas Pak Aldy.

Diposting Oleh:

Fadhol SEVIMA

Tags:

iain parepare siAkad cloud transformasi digital

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.

Jadwalkan Diskusi
SEVIMA Platform

Regulasi

Lihat Semua

    Video Terbaru

    Deteksi Dini Kamtibmas Digital Tak Cukup Andalkan Teknologi, Ini Tips Ketua STIK Lemdiklat Polri