Seputar Pendidikan | siAkad Cloud

Pakar IT “Roy Suryo”: Inovasi Cloud computing di Perguruan Tinggi Lebih Memudahkan dan Efisien

SEVIMA.COM – Tepat pada hari ini di 45 tahun yang lalu, Satelit Palapa A1 diluncurkan ke angkasa dan menjadi penanda kejayaan teknologi di Indonesia. Namun sayang, alih-alih menjadi langkah awal Indonesia menjadi negara yang disegani di dunia, Roy Suryo selaku Pakar IT dan Mantan Menteri di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid Dua, mengatakan bahwa impian tersebut belum terwujud.

Oleh karena itu dalam Talkshow Komunitas SEVIMA dalam rangka peringatan Hari Satelit Palapa, Jum’at (09/07) sore, Roy Suryo mengajak pimpinan dan dosen untuk terus mengembangkan teknologi melalui peran mereka masing-masing. Terlebih, Pandemi memaksa para civitas kampus untuk belajar dari rumah dan memanfaatkan teknologi untuk memastikan pembelajaran terus berlangsung.

“Sehingga peringatan Peluncuran Satelit Palapa yang masih dalam suasana Pandemi ini, sekaligus menjadi pengingat kita. Bahwa Pandemi COVID ini momentum untuk kembalikan kejayaan teknologi Indonesia,” ungkap Roy Suryo dalam Talkshow yang juga dihadiri Kepala Amazon Indonesia (Territory Manager Amazon Web Services (AWS)) Venus Wibisana, dan Direktur Utama SEVIMA (Chief Executive Officer) Sugianto Halim, M.M.T. 

Tantangan Penerapan Teknologi di Perguruan Tinggi

Roy Suryo mengungkapkan tantangan penerapan teknologi di negara kita yaitu karena kurang meratanya infrastruktur digital, terutama bagi perguruan tinggi di luar jawa menyebabkan aksesibilitas yang terbatas bagi mahasiswa dan dosen dalam melakukan pembelajaran. Apalagi bandwith kampus yang terbatas untuk dapat diakses oleh ribuan mahasiswa.

“Salah satu tantangan kita bahwa infrastruktur digital yang belum merata, terutama bagi saudara kita di luar Jawa. Dan tentu saja ini menyebabkan aksesibilitas yang terbatas dalam mengakses internet”. Ujar dia

Venus Wibisana, Manager AWS Indonesia yang juga menjadi pembicara menjelaskan di masa pandemi ini menyebabkan perubahan perilaku belajar dari tradisional menjadi serba daring atau blended learning. Fakta ini menyebabkan pertumbuhan data yang signifikan baik dari materi kuliah seperti file presentasi, tugas mahasiswa, video pembelajaran, dan juga rekaman hasil perkuliahan tentu memerlukan storage dan infrastruktur yang mampu menyesuaikan dengan kebutuhan yang pesat.

“Apalagi di masa pandemi seperti ini, kita makin akrab menggunakan sistem serba online seperti kuliah online, kecenderungannya akan semakin banyak juga yang mengakses. Nah, kalau banyak yang mengakses sistem akan over kapasitas yang mengakibatkan error dan mengecewakan pengguna.” terang Venus.

Saat ini penerapan teknologi menjadi sebuah keniscayaan. Transformasi digital yang masif tentu saja memerlukan dukungan infrastruktur yang cepat, praktis dan terjangkau. Tugas kita adalah terus mencari terobosan.

Baca juga : 5 Alasan Kenapa Perguruan Tinggi Butuh Cloud Computing

Inovasi Berbasis Cloud Computing

Roy Suryo mencontohkan cloud computing (komputasi awan) sebagai inovasi teknologi yang telah berhasil dikembangkan dan digunakan dunia pendidikan Indonesia. Melalui sistem akademik berbasis cloud (siakad cloud), pembelajaran dan administrasi kampus tak perlu lagi dilakukan secara tatap muka. Materi pun cukup disimpan secara online.

“Jadi dengan adanya inovasi teknologi cloud computing di perguruan tinggi, terus terang ini jauh lebih memudahkan dan jauh lebih efisien dibandingkan kalau perguruan tinggi menyiapkan perangkat sendiri,” ungkap Roy Suryo.

“Jadi mahasiswa dan dosen hanya memerlukan internet untuk mengakses platform pembelajaran atau sistem informasi akademik. Sebenarnya, teknologi seperti ini juga sudah banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan teknologi saat ini,” tambahnya. 

Ungkapan Pakar IT Roy Suryo juga sejalan dengan Manajer Amazon Indonesia, bahwa teknologi cloud computing menjadi percepatan teknologi pendidikan di Indonesia. Kegiatan belajar mengajar bisa tercover dengan satu wadah saja.

Sebelum adanya cloud computing ini, banyak sekali data yang belum tersimpan dengan maksimal. Banyak materi perkuliahan yang hilang karena tidak bisa disimpan dengan baik. Namun, dengan adanya cloud computing ini tak perlu dikhawatirkan lagi. Semuanya sudah terbackup dengan sempurna. 

“Dulu sebelum adanya cloud ini, laptop saya pernah konslet karena ketumpahan air. Bayangkan, materi-materi dan file kuliah dan skripsi saya hilang karena musibah tersebut. Sekarang dengan adanya sistem cloud kita tidak perlu khawatir,” Ungkap Venus. 

Baca juga : Tingkatkan Performa siAkad Cloud, SEVIMA Gandeng Amazon Web Services (AWS)

Tantangan Keamanan Data

Cepatnya menguasai teknologi juga perlu diiringi dengan kehati-hatian. Roy Suryo mengingatkan bahwa tak sedikit orang awam menggunakan teknologi akhirnya malah terhack. Apalagi jika data-data tersebut milik kampus, tentu saja keamanan data di kampus sangat penting.

“Dalam berteknologi, keamanan harus benar-benar dijaga. Terutama dalam keamanan data yang harus disimpan sebaik mungkin,” terangnya. 

Terkait keamanan data, AWS sangat berkomitmen dalam menjaga keamanan data tersebut. AWS sudah mengaplikasikan standar internasional dalam sistem keamanan data. Tak heran jika AWS juga digunakan di berbagai perusahaan besar seperti Twitter. Bahkan, instansi sekelas NASA pun juga menggunakan AWS. 

“Beberapa perusahaan besar sudah bergabung dengan kami. Twitter dan NASA misalnya, keduanya sudah bergabung dengan kami sejak lama. Untuk itu, dalam masalah keamanan data AWS tak perlu diragukan lagi,” tegas Venus. 

Sugianto Halim, CEO SEVIMA yang juga menjadi pembicara menjelaskan bahwa SEVIMA dan AWS sama-sama memiliki komitmen besar pada dunia pendidikan dan mendukung transformasi digital menyeluruh di Indonesia. 

“Untuk menunjang transformasi digital di perguruan tinggi, SEVIMA bekerjasama dengan partner-partner terbaik di dunia, salah satunya AWS ini. Dengan adanya kerjasama ini harapannya solusi-solusi teknologi untuk perguruan tinggi dapat digunakan lebih efektif melalui platform cloud.” Ungkap Halim.

“Saat ini sistem SEVIMA sudah digunakan oleh 500 kampus di Indonesia dengan lebih dari 2 jt pengguna aktif  yang menggunakan layanan SaaS berbasis Cloud ini, tentu saja ini akan terus meningkat. Untuk itu, kita ingin pengguna sistem ini merasakan manfaat yang lebih seperti performa sistem yang tinggi, koneksinya lancar tidak terputus-putus, server selalu online 24 jam tanpa ada down time, dan tak kalah penting penting lagi keamanan data Kampus.” Tutup Halim

Penggunaan teknologi saat ini memang sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan pendidikan di perguruan tinggi yang jauh lebih baik. Nah, untuk mendukung seluruh kegiatan belajar mengajar tentunya perguruan tinggi membutuhkan platform yang tepat. Yang pasti platform tersebut bisa berjalan dengan baik dan lancar tanpa mengganggu proses kegiatan akademik di kampus. 

Bagikan artikel ini

Komentar