Akademik & Mutu | Perguruan Tinggi
Ekuivalensi Kurikulum: yang Disetarakan Progres Studi Mahasiswa, Bukan Mata Kuliahnya
13 Oct 2026
Learning Management System (LMS) | Perguruan Tinggi
05 Feb 2021
SEVIMA.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meminta setiap universitas mengoptimalkan penggunaan Learning Management System (LMS) saat menggelar kuliah berani. Berbagai pilihan aplikasi untuk belajar berani baik milik pemerintah maupun swasta dapat dipilih, ini dipercaya efektif untuk menggantikan tatap muka kuliah.
Plt. Kepala Biro Kerja Sama dan Humas, Kemendikbud, Ade Erlangga Masdiana menyebut telah melakukan sosialisasi pemanfaatan LMS untuk pembelajaran berani. Aplikasi kuliah berani pun bebas dipilih, baik yang dikembangkan Kemendikbud maupun pengembang swasta.
Nah, biar gak bingung menentukan LMS yang cocok untuk perkuliahan di perguruan tinggi Anda. Artikel ini akan membantu AGAR tidak salah memilih LMS, dan perkuliahan di kampus Anda berjalan lebih efektif dan efisien. Baca Apa itu Website LMS?
Baca juga: 10 Manfaat LMS Untuk Pembelajaran Di Perguruan Tinggi
Ini penting, jangan asal menggunakan sistem yang sudah ada begitu saja. Pada sistem LMS yang ada belum tentu cocok untuk kebutuhan perguruan tinggi di Indonesia. Biasanya produk LMS akan disesuaikan dengan kultur kampus tempat LMS itu dikembangkan. Jadi, kampus Anda harus mempertimbangkan ini dengan baik, agar dosen dan mahasiswa tidak mengalami kesulitan.
Tak kalah pentingnya lagi adalah, LMS yang Anda pilih harus teruji dan mampu untuk perkuliahan di perguruan tinggi. Karena nantinya akan sangat bergantung dengan LMS, jadi ketika memilih pastikan teruji dan bisa Anda coba langsung sebelum menggunakan pembelajaran atau membeli.
Sistem LMS tidak selamanya dilengkapi dengan keamanan, ada beberapa sistem LMS baru dan dari sisi keamanan coding masih belum bisa diuji. Maka dari itu, jika Anda sudah sangat yakin untuk menggunakan sistem LMS, sebaiknya Anda memperhatikan keamanan pada sistem dan bagaimana cara sistem mengenkripsi data yang bersifat pribadi. Selain fungsi dari https, sistem enkripsi juga dapat didukung oleh penggunaan coding.
Baca juga: 5 Keuntungan Menggunakan LMS Berbasis Cloud
Sistem LMS yang Anda pilih haruslah yang memiliki pembaruan secara berkala. Jangan sekali-kali menggunakan sistem open source gratis yang tidak mendapatkan pembaruan karena bisa jadi celah keamanan pada poin ke-3 yang kami sebutkan sebelumnya ada pada kelemahan ini. Dan jika LMS tidak update, pasti akan ketinggalan teknologi yang terus berkembang.
Anda mungkin akan sering menemukan sistem LMS gratis dengan review positif. Namun, jangan jadikan review ini sebagai tolok ukur untuk memilih sistem. Karena, tidak semua review positif yang diberikan merupakan review asli dari pengguna. Intinya, Anda harus mencobanya sendiri terlebih dahulu, agar tahu manfaat dan kelebihan LMS tersebut.
Itulah tips untuk perguruan tinggi ketika ingin menggunakan platform LMS untuk mendukung pembelajaran atau perkuliahan online yang harus dan segera dilakukan. Perlu diingat, jangan diakumulasikan dengan LMS buatan luar, di Indonesia sendiri banyak platform LMS yang bagus dan sudah teruji di berbagai kampus. Silakan Anda coba sendiri dan dapatkan manfaatnya menggunakan LMS SEVIMA EdLink .
Salah satu contoh penerapan LMS dengan model flipped class, bisa lihat di video:
Diposting Oleh:
Fadhol SEVIMA
Tags:
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.
Jadwalkan Diskusi