Featured | Solusi SEVIMA | Teknologi

Panduan Memilih LMS untuk Perkuliahan Online di Perguruan Tinggi

SEVIMA.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meminta setiap universitas mengoptimalkan penggunaan Learning Management System (LMS) saat menggelar kuliah daring. Berbagai pilihan aplikasi untuk belajar daring baik milik pemerintah maupun swasta dapat dipilih, ini dipercaya efektif untuk menggantikan kuliah tatap muka.

Plt. Kepala Biro Kerja Sama dan Humas, Kemendikbud, Ade Erlangga Masdiana menyebut pihaknya telah melakukan sosialisasi pemanfaatan LMS untuk pembelajaran daring. Aplikasi kuliah daring pun bebas dipilih, baik yang dikembangkan Kemendikbud maupun pengembang swasta.

Nah, biar gak bingung menentukan LMS yang cocok untuk perkuliahan di perguruan tinggi Anda. Artikel ini akan membantu AGAR tidak salah pilih LMS, dan perkuliahan di kampus Anda berjalan lebih efektif dan efisien. Baca Apa itu Website LMS?

Baca juga: 10 Manfaat LMS Untuk Pembelajaran Di Perguruan Tinggi

1. Pilih yang sesuai kultur pembelajaran kampus di Indonesia

Ini penting, jangan asal menggunakan sistem yang sudah ada begitu saja. Pada sistem LMS yang ada belum tentu cocok untuk kebutuhan perguruan tinggi di Indonesia. Biasanya produk LMS akan disesuaikan dengan kultur kampus tempat LMS itu dikembangkan. Jadi, kampus Anda harus mempertimbangkan ini baik-baik, agar dosen dan mahasiswa tidak kesulitan.

2. Pilih yang sudah teruji di perguruan tinggi 

Tak kalah penting lagi adalah, LMS yang Anda pilih harus teruji dan kapabel untuk perkuliahan di perguruan tinggi. Karena nantinya pembelajaran akan sangat tergantung dengan LMS, jadi ketika memilih pastikan teruji dan bisa Anda coba langsung sebelum menggunakan atau membeli.

3. Keamanan pada sistem LMS

Sistem LMS tidak selamanya dilengkapi dengan keamanan, ada beberapa sistem LMS baru dan dari sisi keamanan coding masih belum bisa diuji. Maka dari itu, jika Anda sudah sangat yakin untuk menggunakan sistem LMS, sebaiknya Anda memperhatikan keamanan pada sistem dan bagaimana cara sistem mengenkripsi data yang sifatnya pribadi. Selain fungsi dari https, sistem enkripsi juga dapat didukung oleh penggunaan coding.

Baca juga: 5 Keuntungan Menggunakan LMS Berbasis Cloud

4. Pembaruan Sistem (Update)

Sistem LMS yang Anda pilih haruslah yang memiliki pembaruan secara berkala. Jangan sekali-kali menggunakan sistem open source gratis yang tidak mendapatkan pembaruan karena bisa jadi celah keamanan pada poin ke-3 yang kami sebutkan sebelumnya ada pada kelemahan ini. Dan jika LMS tidak update, pasti akan ketinggalan teknologi yang terus berkembang.

5. Jangan terpaku pada review, lakukan pengujian secara mandiri

Anda mungkin akan sering menemukan sistem LMS gratis dengan review positif. Namun, jangan jadikan review ini sebagai tolok ukur untuk memilih sistem. Karena, tidak semua review positif yang diberikan merupakan review asli dari pengguna. Intinya, Anda harus mencobanya sendiri terlebih dahulu, agar tahu manfaat dan kelebihan LMS tersebut.

Itulah tips untuk perguruan tinggi ketika ingin menggunakan platform LMS untuk mendukung pembelajaran atau perkuliahan online yang harus dan segera dilakukan. Perlu diingat, jangan terpaku dengan LMS buatan luar, di Indonesia sendiri banyak platform LMS yang bagus dan sudah teruji di berbagai kampus. Silahkan Anda coba sendiri dan dapatkan manfaatnya menggunakan LMS SEVIMA EdLink.

Salah satu contoh penerapan LMS dengan model flipped classroom, bisa lihat di video:

Bagikan artikel ini

Komentar